‹ Andaliman • ..:: BatakNews.com “CUTI” ::.. ›
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada
perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus” Sang Ayam
berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh
terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang
Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa
aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata ”
Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku” Akhirnya
Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan
menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (sop ceker ayam
sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera
menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak
sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus
menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
SUATU HARI KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA
ITU BUKAN URUSAN ANDA…PIKIRKANLAH SEKALI LAGI CERITA INI
he..he..lucu sekaligus penuh hikmat. Horass.
mantap kali bah cerita ini……..
Kisah singkat yang dalam makna. Thanks. Let’s learn from this precious story. Horas.
Semoga tikus yg dimaksud bukanlah tikus penggerogot negeri ini…!!!
Bah poang,
terharu do iba manjaha cerita i.
Bagus
ido ate….?!!!! bagus.
wew…cerita yang mantap n penuh makna
Mansai denggan do turiturian i Amang. Naeng ma nian marsiurupan mangadopi mara (ancaman) tu dongan atehe, ai na boi iba sandiri parjolo hona mara i. Adong do pe turiturian na asing amang?
aga telat sih bacanya..tpi beneran ini cerita bagus banget and memang perlu buat qta sekarang2 ini yg cuek dengan keadaan sekitar..mauliate godang buat yg udah masukin ini cerita..
horas
Cerita simpel yg sangat bermakna.siapa juga yang sangka bakal jadi seperti itu.dari sini kita bisa mengambil makna yang besar tentang arti kepedulian terhadap sesama.terutama orang orang disekitar kita.
Good news
wah,,mantap kali ceritanya itu..
mengajarkan filosofi hidup yang sebenarnya sangat sederhana (yaitu:peduli terhadap keadaan sesama),,namun banyak orang yang meremehkannya..
banyak kali orang yang egois.cuma mau masalahnya sediri yang didengerin ama orang lain,tapi gak mau mendengarkan dan membantu memecahkan permasalahan orang lain.hahahaha…
keren2..
bikin sendiri critanya itu bang?…
mantap..
cerita yang sangat menyentakkan hati,
ada sindiran untuk kita semua disana,
mengajarkan kita agar jangan hanya bersimpati namun haruslah berempati, jangan egois, ada masanya nanti kita yang ditimpa kesulitan, sebab roda terus berputar ^_^
salam untuk semua
![]()
bagussssss ceriTanya….
up date terus donk,cerita2nya.OK
horas!!!!!
Sejak kapan Bagudung alias TTikus, Ayam, Kambing, Sapi dan Ular bisa ngomong????
Sai naibahen do…
mauliate ma di hamu namenampilkan cerita i, mudah2 dgn adanya cerita i, asa tambah berubah sifat2 keburukan ni ht bangso batak.
cerita yang sangat sedih yang mengajarkan filosofi hidup, jadikanlah cerita tikus ini menjadi pedoman buat hidup kita.
Saya sangat simpatik dengan cerita ini. cukup bagus. Ijinkanlah saya memaknai cerita ini meski agak basi. Saya sadar bahwa saudara kita yang menderita tidak bisa kita biarkan begitu saja. Pesannya untuk saya pribadi “lakukanlah suatu hal yang bisa membantu saudara anda yang dalam kesusahan.
nice story,..! I love it..
sangat mengharukan…
cerita ini mengajari agar lebih hati2. juga agar mau membantu sesama manusia…
jangan memandang orang dari sisi lain dan jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi saja. sebab itu dapat mematikan diri sendiri…
thax buat cerita,..
sangat menarik sekali
bagus penuh makna, peringatan bagi semua orang dampak yang dilakukan seseorang bisa berakibat bagi diri orang lain. Jdi diperlukan antisipasi…………

February 10, 2008 at 5:41 pm
rondang br Siallagan
Cerita baik! Horas!