Pengakuan dari Blogger Toba [bagian kedua]

[Bobo Siahaan; www.bataknews.com; artikel dari ujung danau toba]

Pengakuan dari Blogger Toba.
[Bagian Kedua]

Artikel ini ditulis oleh Bobo Siahaan, seorang lelaki Batak yang bekerja dan tinggal di Kota Bali, Kecamatan Ge, Seberang Pulau Samosir, Propinsi Sumatera Utara, dan kuterima di imelku blog2berita [at] gmail.com.

Ini adalah pengakuanku yang kedua pren. Disini rahasia-rahasia dapur blogku aku paparkan untuk di ketahui oleh masyarakat. Esensi-esensi yang aku dapat dari sebuah blog yang ternyata merupakan tambang dollar.

Seperti pengakuanku yang pertama, aku mendapatkan komiditi dari apa yang aku tulis dalam blogku. Dari virus agama yang udah lama aku pelajari, sembari membaca Tempo dan koran-koran nasional lain nya untuk dapat memperluas pengetahuan sosial ekonomiku, aku bisa mengangkat sebuah pokok permasalahan yang langsung mengena ke hati para pembaca sekalian.

Kemampuan ku membalikkan dan menyusun kata-kata kurasakan melebihi kemampuan siapa pun (itu perasaanku saja), itu mengapa aku bisa mengelak jika ada salah satu pembaca yang marah karena aku menulis tentang tabiat dia dan kelakuan dia pada salah satu artikelku. Sesuai dengan kode etik jurnalisme yang tidak bisa menyebut nama pelaku atau bisa di sebut tapi dengan singkatan nama, aku bisa berkelit saat dia mengirimkan email kepadaku. Dengan enteng aku bisa berkata, “aku tidak ada menyebut tentang kau di artikelku, kalau kau merasa ya itu urusanmulah”

Hehehe….. mantap kan pren. Jadi artikelku ini bisa aku pertanggung jawabkan sepenuhnya, karena “legotisme” - (istilah yang di buat-buat untuk berkelit-kelit) yang aku ciptakan sebelum aku menulis artikel itu. Hanya saja akan langsung mengena kepada orang yang aku sakiti. Ibaratnya menelanjanginya tapi menutup kepalanya dengan sarung, ya orang tidak akan tahu siapa dia, cuma orang akan bisa menebak dia dari tahi lalat yang ada di perutnya.

Jadi sistem yang kuterapkan bisa di katakan sistem yang profesional yang sesuai dengan kode etik jurnalisme dan tidak bertentangan dengan hukum.
Begitu juga dengan isu agama yang aku ciptakan. Aku berusaha menelanjangi agama-agama yang di anut oleh masyarakat (termasuk agamaku sendiri kala aku dewasa dan agamaku sendiri kala aku masih anak-anak) dengan membeberkan sisi buruk dari setiap agama dan membenarkan artikelku dengan dalil “humanisme” atau kemanusiaan. Padahal aku sangat tahu itu pren, agama adalah sisi sensitif setiap orang. Ibaratnya kepercayaanmu aku obok-obok, tentunya kamu akan marah besar. Begitu jugalah yang aku ciptakan dalam blog ku itu pren.

Benteng “Humanisme” termasuk virus penetral dalam blog ku itu, cuma aku sudah bisa menebak kalau yang akan terjadi itu nantinya adalah saling caci maki dan saling mengejek satu sama lain. Ibaratnya kalau di kehidupan nyata para pembaca bisa bertemu, mereka pasti sudah saling bunuh-bunuhan cuma karena ini masih sebatas blog, mereka hanya punya senjata “tulisan”, itulah senjata yang mereka pakai untuk saling membunuh dan menyudutkan karakter masing-masing. Padahal kita tahu bahwa mengubah presepsi seseorang itu dari agama yang dia anut adalah pekerjaan yang paling sia-sia di dunia ini. Seseorang akan berubah agama hanya dari pengalaman hidupnya, dia akan keluar dari agamanya saat dia merasa di kecewakan dengan berat oleh Tuhan yang di sembah dalam agamanya itu (pengalaman pribadiku juga ini pren). Tidak dengan tulisan atau perkataan sepihak. Tulisan atau perkataan sepihak hanya akan membuat keresahan dan emosi yang meledak-ledak dari penganut agama tersebut karena perasaan di lecehkan oleh penganut agama yang lain. So! pastinya anda dapat membayangkan apa yang terjadi selanjutnya? Komentar-komentar akan berdatangan bertubi-tubi, saling mengejek, saling mencaci dan saling menyalahkan. Apa dampaknya bagiku? Hitsku donk yang nambah. Karena mereka tak henti-hentinya datang ke blogku untuk saling berperang. Lantas apa yang tambah pada dirimu kalau hitsmu tambah?

Hehehe…. disini aku akan jelaskan pren kenapa hits begitu berguna bagiku.
Artikel virus agama yang aku buat itu, pasti membuat kuping para pengunjung akan panas, itu secara tidak sadar dapat menjadi media penyebaran atau iklan gratis buat blogku. Mereka pasti akan membicarakan ama kawan-kawan mereka tentang artikelku itu. Itu membuat kawan-kawan mereka pun jadi penasaran dan berkunjung ke blog aku. Kalau aku rata-ratakan, orang-orang moderat yang berkunjung ke blog aku dengan orang-orang yang sangat fanatik dengan agamanya itu perbandingannya adalah 80% (moderat) : 20% (fanatik), itu kenapa di komentar-komentar blogku orang yang menentang keras itu bisa di hitung dengan jari. Dengan adanya merekalah kolom komentar jadi ramai, karena mereka kadang-kadang menghina pemeluk agama yang lain. Kadang-kadang kalau tidak ada orang yang berontak, aku menciptakan pribadi buatan dengan mulai menghina di kolom komentar blog ku sendiri, itulah id-id yang kadang memiliki nama yang tidak jelas.

Nah yang 80% lagi lah yang menjadi komiti keuntungan bagiku. Itu kenapa selain artikel virus agama, aku membuat artikel yang membuat hati mereka tersentuh kepadaku. Itu alasannya aku menjual berita-berita tentang segala kekuranganku, istriku, anakku, keadaan rumah kami, kebaikan-kebaikan yang aku buat untuk saudara-saudaraku dan tak lupa kucingku pun ikut jadi komiditi. Dengan membaca itu hati mereka jadi tergugah, sehingga meringankan tangan untuk menyumbang di nomor rekening yang aku sertakan juga dalam blogku itu.

Dan dari yang 80% itu juga aku mencari dukungan. Kenapa sekarang aku jadi sangat suka menerima artikel dari pembaca-pembaca di blogku itu? cerita-cerita pribadi pun aku tayangkan di blogku itu. Padahal artikel-artikel mereka ada yang kadang-kadang artikel kacangan, tapi karena orang-orang yang mengirim itu bukan orang yang kacangan melainkan orang-orang yang perlu di rangkul, makanya aku tampilkan. Itu supaya aku bisa lebih dekat dengan mereka. Dari mereka sumbangan yang aku terima bisa sampai 70-80% dari total sumbangan yang aku terima. Ide yang mantap bukan?

Baru-baru ini aku membuat logo ini muncul di blogku:

wordpress-buatlah-blogmu.jpg

itu fungsinya adalah untuk memberitahu kepada pembaca, kalau aku sangat mendukung kemajuan blog, dimana dalam blog kita bisa memberitakan berita apapun dan tentang apapun tanpa di edit oleh redaktur. Jadi apapun yang kau tulis dalam blog mu tentang aku, itu akan sangat aku dukung sepanjang masih dalam lingkup kode etik jurnalisme.

Dan tentunya ini adalah salah satu strategi ku untuk menarik simpati dari pembaca, kalau apapun yang di tulis oleh orang lain tentang aku, itu aku dukung karena aku menganut kebebasan ber-ekspresi. Padahal aku udah mulai gusar dengan pemberitaan tentang aku, cuma aku tidak bisa membela, karena aku pun membuat hal yang sama terhadap orang lain, jadi istilahnya aku sudah terkena makan senjataku sendiri (ibaratnya senjata makan tuanlah). Jadi hal yang bisa aku lakukan adalah memberitahukan kepada pembaca bahwa aku adalah orang yang menganut kebebasan berekspresi. Agar mereka bisa melihat sisi positif tentang aku.

Itulah pren, sedikit informasi dari dapur blogku. Kuharap info ini dapat berguna bagi masyarakat, untuk memintarkan masyarakat. Nanti akan aku lanjutkan lagi ke Pengakuan yang ketiga.[www.bataknews.com]

[Bersambung ke pengakuan yang ketiga]

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumbernya www.bataknews.com dan nama penulisnya. Bila kau ingin, tulislah artikelmu dan kirimkan ke imelku, blog2berita [at] gmail [dot] com; sertakan juga fotomu.

Artikel-artikel Terkait:

heheheheheheheheheheh, binun akh.

boleh tau gak cara buat blog?tolong dibalas ya ke emailku….mauliate